• .::::: J A M :::::.

  • MENU

  • KATEGORI TULISAN

  • POLLING

Mobil Dinas Diperebutkan

Setelah merampungkan berita acara pemeriksaan barang terkait pengadaan mobil dinas Ford Ranger, sekira sebulan lalu, hingga kini keberadaan mobil dinas bantuan pemerintah pusat tersebut tidak diketahui keberadannya oleh bagian Aset di Dinas Pengelolaan, Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD
Kepala DPKAD Enrekang, Chairul Latanro mengharapkan agar dinas terkait yang membawa mobil tersebut untuk mengembalikannya ke bagian aset daerah untuk didata dalam rangka pembenahan administrasi. “Memang mobil tersebut adalah bantuan pemerintah pusat melalui anggaran DAK untuk dinas peternakan dan perikanan. Namun dana tersebut dimasukan ke dalam APBD serta membebankan dana pendamping dari kas daerah, sehingga mobil tersebut keberadaanya wajib serta harus diketahui DPKAD untuk kemudian mengurus administrasinya di Samsat. Mobil tersebut dikeluarkan melalui dana APBD sesuai dengan surat perintah pencairan dana (SP2D),” bebernya. Bukan itu saja, pencairan dana untuk pengadaan mobil tersebut, berdasarkan perda No.01/2011, tertanggal 2 Januari 2011 tentang APBD. dijelaskannya, masih banyak tahapan untuk bisa menggunakan mobil dinas tersebut oleh SKPD. Salah satu tahapan yang penting adalah melaporkan pemanfataan mobil dinas tersebut ke Sekretaris daerah serta bupati. “Pemanfaatan mobil dinas ada mekanismenya. Mulai pelaporan ke bupati, pendataan di bagian aset serta pengurusan surat kendaraan bermotor di Samsat. Sekarang bagaimana kita mengurus administrasinya jika mobil tersebut tidak terlihat lagi ada di Enrekang,” sesalnya. Ditambahkan, pihaknya tidak menghalang-halangi dinas peternakan dan perikanan untuk menggunakan mobil dinas tersebut, namun seharusnya mereka sedikit bersabar menunggu administrasinya lengkap untuk kemudian dilaporkan ke bupati. Bupati nantinya mengeluarkan SK pemanfaatan,” jelas Chairul. Sekda Enrekang, HM Amiruddin yang dikonfirmasi mengaku memang belum dilaporkan soal keberadaan dan pemanfaatan mobil dinas tersebut. “Belum ada laporan soal pemanfataan mobil dinas baru di dinas pertanian dan perikanan,” jelasnya. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Enrekang, Yunus Abbas yang dikonfrimasi menyatakan bahwa pihaknya tidak menyimpan serta mengurus administrasi mobil dinas tersebut di DPKAD karena mobil dinas dengan harga mencapai Rp300 juta tersebut dianggarkan melalui dana APBN bukan APBD. “Mobil ini dianggarkan melalui APBN bukan APBD,” singkatnya. Ia mengaku, setelah admisnitrasi pengadaan mobil yang diurusnya dari pemerintah pusat ke Enrekang rampung, barulah dilaporkan ke bupati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: